Pages

Senin, 10 Oktober 2011

tgs. Metode Riset pertemuan 3

JURNAL ILMIAH
Judul               : Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bekasi dan Dampaknya terhadap pengangguran
Nama              : Siti Arpah
Tema               : Pengangguran

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
·         Fenomena
Mengingat laju pertumbuhan penduduk di Indonesia masih sangat tinggi tingkat pengangguranpun belum bisa terselesaikan dengan baik, Indonesia adalah Negara berkembang pembangunan ekonomipun belum sepenuhnya merata, semua itu masih banyak yang perlu di benahi.  Pertumbuhan penduduk setiap tahunnya terus menunjukkan peningkatan. Seiring tingginya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia berdampak terhadap masalah-masalah pengangguran, kemiskinan, migrasi, dan sektor-sektor kependudukan lainya terutama faktor tenaga kerja, sehingga banyak sekali terjadi pengangguran. pemerintah harus perupaya keras dalam menggalakkan program KB ( keluarga berencana ) ataupun pemerataan penduduk untuk menekan laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya dengan mengurangi angka kelahiran, karena seiring lonjakan penduduk yang begitu tinggi itu akan menyebabkan ledakan penduduk di Indonesia di masa yang akan datang dan itu semua akan sangat berefek bagi pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Jika penurunan laju pertumbuhan bisa tercapai setiap tahunnya berarti pemerintah bisa menghemat triliunan rupiah untuk biaya pendidikan dan biaya kesehatan, selain itu target untuk meningkatkan pendiddikan, kesehatan penurunan angka kemiskinan dan peningkatan pendapatan menjadi lebih mudah direalisasikan. Sebalikknya jika lonjakan penduduk belum bisa di kendalikan pemerintah akan kualahan dalam mensejahterakan rakyatnya program-program yang sudah di rencanakanpun akan lebih sulit untuk di realisasikan. Dampak itu semua akan sangat terlihat pada masalah social dan juga tingkat pengangguran saat ini, yang ada akan terjadi over demand tenaga kerja terhadap lapangan pekerjaan yang tersedia, lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja pertahunnya. Dan objek yang akan saya tuju dalam penulisan ini adalah kota Bekasi. Secara administratif Kabupaten Bekasi termasuk salah satu Kabupaten di Propinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Mempunyai luas 127.388 Ha, yang terbagi menjadi 23 kecamatan dan 187 desa dengan batas-batas wilayah, sebelah barat berbatasan dengan Kota Bekasi dan DKI Jakarta, sebelah timur dengan Kabupaten Karawang, sebelah utara dengan laut Jawa, sebelah selatan dengan Kabupaten Bogor. Letak geografis Kabupaten Bekasi berada di bagian utara Jawa Barat, terletak 1060 48’ 28” BT 1070 27’ 29” dan 6 0 10’ 6“ LS. Kabupaten Bekasi sebagai penyangga Ibukota Negara mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga memerlukan peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana yang ada, maka bermunculanlah kawasan-kawasan industri sehingga Kabupaten Bekasi dapat dikatakan sebagai salah satu sentra industri terbesar yang ada di wilayah Jawa Barat bahkan se-Asia Tenggara.  Jumlah penduduk Kabupaten Bekasi pada tahun 2004 mencapai 1.950.209 jiwa. Bila dilihat dari rasio penduduk berdasarkan kelamin adalah 1,04 banding 1,00, dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 996.150 jiwa dan perempuan 954.054 jiwa. Adapun laju pertumbuhan penduduk hasil perhitungan sensus tahun 2000 sebesar 4,23 % terdiri dari migrasi 2,33 % dan alamiah 1,90 %. Pada tahun 2005 jumlah penduduk Kabupaten Bekasi bertambah menjadi 2.027.902 jiwa atau mengalami pertumbuhan sebesar 3,98 % dari tahun sebelumnya.
·         Penelitian sebelumnya
pada penelitian terdahulu menurut Minggus Amannudin di thn 2007 memaparkan bahwa pertambahan angkatan kerja ( labor force ) setiap tahunnya berkisar 2,5 juta orang, yang mampu diserap oleh pasar tenaga kerja (labor market) hanya berkisar 1,5 juta jiwa. Daya serap pasar kerja yang kecil ini disebabkan karena pertumbuhan ekonomi (economic growth) hanya berkisar 4 persen. Untuk menyerap pertambahan angkatan- kerja sebanyak 2,5 juta setiap tahun dibutuhkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 atau 7 persen. Apabila pertumbuhan ekonomi menurun ditandai dengan menurunnya daya beli masyarakat.
·         Motivasi Penelitian
Melihat fenomena yang terjadi saat ini banyak sekali pengngguran yang kita jumpai di sekitar kita tidak hanya pengangguran tidak terdidik bahkan banyak orang yang berpendidikan tinggipun banyak yang menganggur di karenakan laju pertumbuhan penduduk yang setiap tahunnya meningkat dan kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia, dengan adanya penelitian ini mungkin kita bisa lebih mengetahui sebab akibatnya dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah pengangguran.
Masalah
Negara berkembang memiliki pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada pertumbuhan kesempatan kerja, masalah yang timbul akibat ledakan penduduk antara lain persaingan lapangan pekerjaan, Di negara yang memiliki pertumbuhan penduduk tinggi akan semakin banyak orang yang memperebutan lapangan pekerjaan. Diperkirakan harus diciptakan 30 juta lapangan pekerjaan baru setiap tahunnya jika setiap orang yang menginjak usia kerja harus memiliki pekerjaan dan Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Begitupun di Kab. Bekasi sebagai kabupaten penyangga ibu kota Negara meski telah di nobatkan sebagai kota sentra industry tetap saja masalah pengangguran masih menjadi masalah yang belum bisa di atasi sepenuhnya oleh pemerintah daerah karena tidak ada keseimbangan dalam pemerataan penduduk dengan perkembangan Kab. Bekasi  yang di tandai bermunculan sentra industry itu mengakibatkan banyak pendatang yang  melakukan Urbanisasi yaitu perpindahan dari desa ke kota mereka pada umumnya ingin mendapatkan pekerjaan yang layak dan juga tingginya tingkat kelahiran merupakan penyumbang utama pertumbuhan kota yang cepat. Bermekarannya kota-kota di NSB
membawa masalah-masalah baru dalam menata maupun mempertahankan
tingkat kesejahteraan warga kota.
hal tersebut mengakibatkan kepadatan penduduk di kota bekasi dan berdampak pada ketidakseimbangan lapangan pekerjaan dan jumlah angkatan kerja  Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah- masalah sosial lainnya. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2008 mencapai 111,48 juta orang, bertambah 1,54 juta orang dibanding jumlah angkatan kerja Agustus 2007 sebesar 109,94 juta orang atau bertambah 3,35 juta orang dibanding Februari 2007 sebesar 108,13 juta orang dari hasil data tersebut bisa terlihat bahwa tingkat pengangguran yang ada setiap tahunnya terus menunjukkan peningkatan.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi permasalahan pengangguran :
a.       Faktor Kemiskinan
Banyaknya jumlah pengangguran itu dari kalangan masyarakat miskin. Karena untuk mendapatkan pekerjaan itu membutuhkan biaya yang sangat besar.
b.      Faktor rendahnya Pendidikan
Saat ini sekitar 44,63 persen tenaga kerja Indonesia adalah mereka yang berpendidikan rendah, yaitu SD dan SMP. Dampak dari rendahnya pendidikan ini adalah rendahnya keterampilan yang mereka miliki. Belum lagi sistem pendidikan Indonesia yang tidak fokus pada persoalan praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan dan dunia kerja. Pada akhirnya mereka menjadi pengangguran intelek.
c.       Ketidak seimbangan antara deman ( permintaan ) dan supply ( penawaran ) terhadap tenaga kerja
d.      Kualitas Sumber Daya Manusia yang di hasilkan masih rendah.
Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis pengaruh variabel Tingkat Pertumbuhan penduduk terhadap Pengagguran di Kab. Bekasi.
Mengetahui sebab akibat dari masalah tingkat pengangguran seiring dengan laju pertumbuhan penduduk.

Nama                    : Siti Arpah
Npm                     : 14209879
Kelas                    : 3EA11

Sumber :
duniabaca.com/faktor-penyebab-pengangguran.html
http://anneahira.com/masalah-pengangguran.htm


 tgs. Metode Riset Pak Prihantoro







Senin, 03 Oktober 2011

Tgs. Metode Riset ke II

Analisis Jurnal 1
·         Judul                                             :Pemasaran Jasa Perpustakaan Dan Informasi pada Perpustakaan  Perguruan Tinggi

Nama Pengarang                              : Elisa Ekaningsih

Tahun                                                : 2006

·         Tema                                                 : Pemasaran

·         Latar Belakang Masalah                :
Fenomena
Kebanyakan dari para mahasiswa  adalah mereka malas meluangkan waktunya untuk berkunjung ke perpustakaan. Yang ada di pikiran mereka hanyalah gambaran bahwa perpustakaan adalah tempat yang membosankan, seiring perkembangan tekhnologi yang semakin canggih mereka lebih memilih mengakses berbagai informasi dari internet yang bisa di akses kapanpun dan di manapun. Padahal Perpustakaan adalah pusat dokumentasi dan informasi. banyak ilmu yang terdapat di sana yang di hasilkan oleh para ilmuwan, karena begitu banyaknya macam-macam informasi di sana menyebabkan para pencari informasi kesulitan dalam menemukan informasi sesuai kebutuhannya. Para pemakai menuntut layanan informasi yang siap pakai, cepat dan tepat. Dan kebutuhan tersebut harus bisa di penuhi oleh pengelola perpustakaan yang ikut andil dalam memajukan perpustakaan harus ada inovasi terbaru di buat semudah dan semenarik mungkin agar si pemakai jasa dan layanan perpustakaan tersebut bisa terpuaskan. Pemasaran jasa perpustakaan adalah jasa untuk mendekatkan dan mempromosikan jasa yang di selenggarakan perpustakaan.

Motivasi Penelitian
Mempromosikan jasa yang di selenggarakan perpustakaan, agar para mahasiswa dengan senang dapat meluangkan waktunya untuk berkunjung ke perpustakaan dan bias memajukan budaya membaca.

·         Masalah
Perpustakaan menerima anggaran dari lembaga induknya yang sebagian besar adalah dari biaya pendidikan, selama perpustakaan tidak menyimpang dari kebijaksanaan yang telah di tetapkan oleh lembaga induknya orientasi pemasaran menuntut perpustakaan untuk selalu menyediakan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pemasaran sangat tergantung pada perancangan penawaran yang di tetapkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar yang menjadi target.

·         Tujuan Penelitian
Tujuan dan sasaran harus berorientasi pada pengguna agar kita dapat memahami kebutuhan pengguna jasa layanan perpustakaan, dan secara selektif member tahu kepada para pengguna jasa mengenai manfaat dari jasa yang di tawarkan.

·         Metodologi Penelitian
Tahapan-tahapan            :

1.       Penelitian pemasaran & pengumpulan informasi, analisis pengguna.
2.       Penyesuaian dengan kebijakan lembaga induk dan pasar.
3.       Merencanakan, mengembangkan dan mengatur sumber daya dan jasa.
4.       Komunikasi dan promosi.
5.       Menumbuhkan hubungan professional  dan jaringan-jaringan pendukung.
Metodologi yang di gunakan melalui, Penelitian perilaku konsumen, survey, observasi dan percobaan.
·         Hasil & Analisis
Perkembangan teknologi telekomunikasi memberi tantangan baru bagi pustakawan dalam hal pengiriman informasi secara efisien. Dalam hubungan unsure distribusi ini, perpustakaan perguruan tinggi misalnya juga harus memutuskan apakah cukup sengan satu perpustakaan pusat atau mengembangkan perpustakaan khusus subyek yang dekat dengan fakultas keputusan tersebut tergantung dari segi sumberdaya yaitu dana dan staff.


Analisis Jurnal 2
·         Judul                                             : Dinamika Pola Pemasaran Gabah dan Beras di Indonesia
Nama Pengarang                         : Sudi Mardianto, Yana Supriatna, Nur khoiriyah.
Tahun                                            : 2009
·         Tema                                             : Pemasaran
·         Latar Belakang                             :

Fenomena
Pendapatan petani saat ini tidak sebanding dengan jerih payahnya serta resiko kegagalan panen yang di hadapi, pendapatan petani masih bergantung pada factor yang mempengaruhi produktivitas lahan selain itu juga sumber rendahnya harga jual gabah karena panjangnya mata rantai pemasaran, tingkatan perdagangan gabah terdiri dari pedagang tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten dan tingkat pedagang besar yang akan memproses gabah menjadi beras dan menyalurkannya kepada konsumen.  Sehingga terjadi rendahnya harga jual dari para petani.

Penelitian sebelumnya
Pada era orde baru stabilitas harga beras merupakan salah satu kebijakan yang utama. Terjadi ketidakstabilan harga gabah dan beras terlihat dari dua sisi yang berbeda yang pertama itu di karenakan ketidakstabilan antar musin yaitu musim panen dan musim paceklik dan yang kedua di karenakan ketidakstabilan antar tahun karena pengaruh iklim seperti kekeringan atau kebanjiran.

Motivasi penelitian
Membantu petani untuk mendapatkan pendapatan yang lebih layak sebanding dengan jerih payahnya dan dan sejauh mana kebijakan pemerintah dalam menangani hal tersebut.

·         Masalah
Pemasaran yang menimbulkan biaya yang tinggi akan berdampak mengurangi surplus produsen dan juga membebani konsumen, pola pemasaran hasil pertanian selalu mengalami perubahan dan perkembangan seiring dengan tingkat perkembangan pada struktur produksi dan konsumsi. Faktor yang mempengaruhi system pemasaran yang lebih kompleks adalah meningkatnya komersialisasi produk, adopsi ilmu dan tekhnologi, pemisahan secara geografis produksi dan konsumsi, meningkatnya jumlah penduduk dan urbanisasi, perubahan kebiasaan makan dan daya beli, dan peran pemerintah.

·         Tujuan Penelitian
Mengetahui pola dan system pemasaran gabah & beras dan factor-faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat pendapatan petani yang tidak seimbang dengan jerih payah yang mereka rasakan.

·         Metodologi Penelitian
Penelitian di lakukan melalui survey dan observasi pola pemasaran gabah & beras di begbagai wilayah di Indonesia

·         Hasil & Analisis
System pemasaran pangan yang terjadi saat ini telah mengalami pergeseran hal itu mencerminkan bahwa ada suatu perubahan yang perlu di respon agar terciptanya pasar yang efisien. Maka peran pemerintah adalah dalam fungsi Pembinaan di samping fungsi pengaturan yang melekat. Dalam fungsi pembinaan pemerintah antara lain dapat di lakukan dalam bidang pengembangan penelitian dan orientasi lapngan dalam hal penyimpanan, pelatihan-pelatihan, pemasaran, tekhnologi penyimpanan, pemrosesan dll. Usaha mensejahterakan petani yang di lakukan melalui kebijakan harga tidak akan secara efektif di rasakan apabila terjadinya keterpisahan antara petani dengan pasar kebijakan tersebut akan lebih banyak di nikmati oleh para pelaku tata niaga dan untuk menghindari itu semua sebaiknya di lakukan melalui mekanisme kebijakan yang dapat langsung di nikmati petani.

·         Rekomendasi & Implikasi
Kalau dulu tradisional yang mencirikan preferensi konsumen hanyalah jenis, stabilitas harga , nilai komoditas namun pada saat ini telah terjadi perkembangan preferensi konsumen. Konsumen menuntut tambahan atribut produk yang lebih terperinci seperti kualitas, kandungan nutrisi dan sebagainya. Perubahan preferensi konsumen kea rah atribut yang lebih rinci menimbulkan dua implikasi penting terhadap pola pemasaran beras saat ini juga telah tersegmentasi antara beras untuk konsumen yang berpendapatan rendah dan konsumen berpendapatan menengah ke atas. Umumnya akan membeli pada tempat-tempat khusus memasarkan beras dengan atribut tertentu.

Analisis Jurnal 3
·         Judul                                 : Sosial Marketing
Nama Pengarang             : Hermawan, Efendi ghazali
Tahun                               : 2006
·         Tema                                 : Pemasaran
·         Latar Belakang                :

Fenomena
social marketing pada dasarnya merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk “menjual” gagasan dalam rangka mengubah sebuah masyarakat, terutama dalam manajemen yang mencakup analisa, perencanaan, implementasi dan pengawasan.
Sebagai seni menjual diri atau organisasi, social marketing saat ini sangat di perlukan untuk memperlancar jalannya suatu perusahaan. Elemen yang dalam marketing yang di kenal adalah segmentasi pasar, pasar, positioning, diferensiasi, marketing mix, selling, brand, service, dan proses.

·         Masalah
Dunia bisnis masa kini dan akan dating tidak lagi bersebrangan dengan organisasi nirlaba. Karena adanya pergeseran nilai, dunia bisnis memandang penting nilai-nilai social. Pentingnya organisasi nirlaba mengadopsi professional korporasi dan memberikan service berkaitan dengan kaidah pemasaran.

·         Tujuan Penelitian
Mengarahkan hubungan social masyarakat kepada pemasaran social yang sesungguhnya guna mencapai keberhasilan.

·         Metodologi Penelitian
Tahapan-tahapan :
1.       Terapkan SWOT pada analisa kondisi awal
2.       Pilih kelompok sasaran yang perilakunya hendak di ubah
3.       Tetapkan perubahan prilaku yang di inginkan
4.       Identifikasi manfaat dan hambatan
5.       Terapkan strategi social marketing yang beraneka ragam
6.       Social marketing harus di usahakan secara gigih dalam waktu lama

·         Hasil dan Analisis
Social adalah semua bentuk organisasi social yang membantu masyarakat membentuk aksi dan interaksi yang meliputi hubungan social. Dengan mengkaji komprehensif situasi dan isu social. Jadi, organisasi nirlaba dapat sekaligus mengetahui cara melakukan tindakan social dalam rangka menerapkan strategi social marketing.

 Nama    : Siti Arpah
 Npm      : 14209879
  kelas     : 3EA11

Sumber   : http://makalahjurnalskripsi.com

tgs. Metode Riset : Pak Prihantoro



Jumat, 23 September 2011

Tgs. Metode Riset

Metode Riset,  Analisis Jurnal  1
( tema  :  Perkembangan Industri kecil di Beberapa wilayah di Indonesia )

Judul                              :  Dampak Perkembangan Industri Kreatif Terhadap Pola Penggunaan Lahan di Kota Bandung

Nama Pengarang     :  Fikry Zul Fahmi

Tahun                           :  2009

Latar Belakang Masalah

·         Fenomena

Kota Bandung ditunjuk sebagai pilot project kota kreatif se-Asia Timur dan Asia Tenggara berdasarkan pertemuan Yokohama Juli 2007. Selain itu, pemerintah mencanangkan tahun 2009 sebagai Tahun Ekonomi Kreatif Indonesia. Perkembangan industri kreatif di Kota Bandung pun berlangsung semakin pesat, terutama dalam sektor fesyen, desain, dan musik. Perkembangan industri kreatif tersebut berdampak terhadap produktivitas ekonomi daerah yang juga mengindikasikan peningkatan intensitas sistem kegiatan.

·         Penelitian Sebelumnya

Sebelumnya Mayoritas penggerak usaha industri kreatif di Kota Bandung adalah perusahaan perseorangan dengan jumlah pekerja tidak lebih dari 10 orang dan berlokasi di sekitar perumahan. Walaupun begitu, kontribusi indsutri kreatif terhadap ekonomi cukup besar. Pada tahun 2007, industri kreatif di Kota Bandung menyumbang 14,46% PDRB dengan menyerap ribuan tenaga kerja. Melihat kontribusi yang besar ini sangat tepat bila pengembangan industri kreatif harus diperhatikan dengan baik.

·         Motivasi Penelitian

Penulis tertarik untuk dapat mengidentifikasi dampak perkembangan industri kreatif terhadap pola penggunaan lahan di Kota Bandung.

·         Masalah

perkembangan ini sepertinya sama sekali tidak tersentuh oleh berbagai kebijakan yang dikembangkan oleh pemerintah. Bahkan bisa dikatakan pemerintah kita terlambat dalam menyadari potensi yang dimiliki oleh masyarakatnya.
·         Tujuan Penelitian
Dapat mengetahui Perkembangan industri yang terjadi serta peluang-peluang yang bisa di kembangkan lagi yang bisa memberikan sesuatu yang positif bagi kota Bandung.

Metode Riset,  Analisis Jurnal 2
( tema  :  Perkembangan Industri kecil di Beberapa wilayah di Indonesia )
Judul                       : Perkembangan Industri Batik Tulis Gedog “Kesatriyan”  Desa Margorejo, Tuban (1997 – 2002) 
Nama Pengarang     :  Sidik Kurniasih Agustina
Tahun                         : 2010
Latar Belakang Masalah 
     
·         Fenomena
Sebagai suatu industri kecil, kegiatan produksinya dipengaruhi oleh kondisi perekonomian negara. Hal ini nampak pada kurun waktu 1997-2002 dimana pada kurun waktu tersebut kondisi perekonomian Indonesia terpuruk akibat krisis ekonomi serta peristiwa bom Bali. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 1997-2002 terjadi perubahan khususnya pada pola kegiatan produksi yang mencakup masalah modal, hasil produksi, daerah pemasaran serta laba yang berhubungan dengan pendapatan para perajin menunjukkan angka penurunan. Dengan demikian maka kehidupan para perajin batik tulis gedog “Kesatriyan” pada kurun waktu tersebut masih jauh dari ukuran sejahtera.
·         Penelitian Sebelumnya
bahwa krisis moneter mempunyai pengaruh terhadap eksistensi industri batik tulis gedog “Kesatriyan” pada tahun 1997-2002 menunjukkan angka penurunan. Menyikapi hal tersebut, peranan dari pihak pemerintah di perlukan untuk ikut meningkatkan industry batik.
·         Motivasi Penelitian
tertarik terhadap Seni batik yang merupakan salah satu kesenian khas Indonesia yang telah berabad–abad lamanya hidup dan berkembang sehingga menjadi salah satu bukti peninggalan sejarah budaya bangsa. Kondisi perekonomian negara dapat mempengaruhi terhadap eksistensi suatu industri kecil.
·         Masalah
Dalam perkembangannya antara tahun 1997-2002, industri batik tulis kesatrian banyak mengalami perubahan akibat adanya krisis moneter dan peristiwa bom Bali. Krisis moneter yang terjadi menyebabkan penurunan pada modal produksi batik tulis gedog Kesatriyan, Kondisi perekonomian sangat mempengaruhi industry kecil di beberapa wilayah di Indonesia. Kondisi desa Margorejo yang gersang dan kurang cocok untuk pertanian mendorong sebagian masyarakatnya menekuni bidang lain di luar pertanian salah satunya adalah membatik.maka dari itu industry batik sangat cocok bagi masyarakat setempat, perindustrian batik tulis gedog “kesatriyan” di desa tersebut akan membawa kemajuan bagi desa mereka apabila di dukung oleh pihak pemerintah daerah untuk meningkatkan sarana dan prasarana yang mendukung karena sumber daya manusia di desa tersebut sangat potensial untuk di kembangkan lagi agar roda perekonomian di desa tersebut bisa mengalami kemajuan. 
·         Tujuan Penelitian
Sebagai generasi muda, ingin turut serta dalam memajukan perindustrian yang ada di beberapa wilayah di Indonesia mengenal dan ikut melestarikan seni batik. Yang bisa memajukan kondisi Margorejo tetapi juga Indonesia dengan berkembangnya kesenian khas Indonesia.
Sumber                        :

Metode Riset,  Analisis Jurnal 3
( tema  :  Perkembangan Industri kecil di Beberapa wilayah di Indonesia )

Judul                                  : Perkembangan Industri Kecil Jambi
Nama Pengarang            : AZR
Tahun                                 : 2008
Latar Belakang Masalah 
·         Fenomena
Perkembangan industri di daerah Jambi, dalam dua tahun, yakni 1996-1998 relatif maju pesat, baik dilihat dari unit usaha, tenaga kerja, investasi maupun produksinya. Pada tahun 1997 perusahaan di Jambi berjumlah sekitar 6.869 unit, tahun berikutnya (1998) menjadi 7.429 unit, terdiri dari perusahaan besar, sedang, kecil dan rumah tangga. 
·         Penelitian Sebelumnya
Propinsi Jambi memiliki berbagai bahan tambang dan mineral, seperti batubara yang terdapat di Kabupaten Rantau Pandan, Bungo Tebo termasuk bahan galian lainnya yang sangat potensial untuk dikembangkan lagi seperti minyak bumi, emas, biji besi, tembaga, kaolin, fospat, dan marmer.  namun itu semua belum berjalan dengan baik.
·         Motivasi Penelitian
Mendorong pemerintah untuk ikut andil dalam masalah mengembangkan industry kecil di beberapa wilayah yang ada di Indonesia.
·         Masalah
Kondisi alam yang tidak bisa di duga di musim hujan tergenangi air dan membentuk habitat danau-danau yang bersifat sementara, namun di musim kemarau memperlihatkan hamparan terbuka yang gersang, dan dalam beberapa hal berpeluang untuk terbakar lagi. Dan semua itu dapat menghambat berkembangnya sumberdaya alam yang terdapat di kota Jambi.
·         Tujuan Penelitian
Agar sumberdaya alam yang terdpat di alam Indonesia ini tetap di jaga dan di manfaatkan dengan baik, dan di jaga kelestariannya. Karena itu adalah kekayaan alam Indonesia asset yang sangat berharga bagi Negara kita.
Sumber    :  http://klikhimabio.blogspot.com/2008/11/perkembangan-industri-kecil-jambi.html







Kamis, 19 Mei 2011

Istri Adalah Penyempurna Suami


Dalam kehidupan berkeluarga, interaksi antara suami dan istri sangat menentukan suasana rumah tangga. kasih sayang (mawaddah dan rahmah) adalah suasana yang di impikan oleh setiap keluarga. akan tetapi masalah yang muncul dalam keluarga antara suami dan istri sering mengancam hubungan tersebut dan dapat merubah suasana rumah tangga. Selain setiap suami dan istri harus mengetahui posisi dan tugasnya masing-masing, suami sebagai kepala rumah tangga harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi dalam keluarga. jika masalah yang di sebabkan oleh suami maka dia lah yang salah, dan jika masalah itu di sebabkan oleh istri, maka suami juga yang salah.
Karena suami adalah pemimpin keluarga, penanggung jawab keluarga, bertanggung jawab atas semua kebutuhan keluarga termasuk kebutuhan istri dan anak-anaknya. menafkahi baik lahir maupun batin, juga bertanggung jawab atas pendidikan istri. dan istri juga tidak boleh merasa sudah cukup tahu akan tugasnya dan tidak ingin di atur.
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- mewasiatkan kepada para suami dalam mendidik istri harus selalu di hadapi dengan kesabaran, dan mendidik mereka dengan cara yang baik. karena wanita di ciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah pada ujungnya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
"Dan berwasiatlah kepada para wanita dengan baik, karena sesungguhnya mereka di ciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang bengkok dari tulang rusuk adalah atasnya, jika engkau memaksa meluruskannya maka dia akan patah, dan jika engkau biarkan maka dia akan tetap bengkok. maka berwasiatlah kepada para wanita dengan baik." (HR Bukhori dan Muslim)
Dengan ini, maka istri adalah penyempurna bagi suami. istri bagaikan bagian tubuh yang dahulu hilang dan kini telah di temukan kembali. bagian hidup dan dahulu kurang dan kini telah lengkap kembali. menjaga istri dengan mendidiknya dengan cara yang baik, dengan begitu hidup kita akan terjaga.


Selasa, 17 Mei 2011

Percaya Diri ? Arogan? Minder?


Percaya diri (self confidence) adalah sikap yang menunjukkan seseorang yakin akan suatu produk atau jasa. Tidak hanya produk atau jasa, juga yakin akan suatu sistem yang bermanfaat untuk masyarakat luas. Dapat dikatakan, percaya diri adalah sikap yakin terhadap sesuatu. Seseorang dapat memiliki percaya diri yang baik apabila orang tersebut dapat menyampaikan pendapat kepada orang lain dan dapat menunjukkan suatu sikap yakin kepada orang lain. Percaya diri dikembangkan dengan memikirkan secara mendalam sewaktu menghadapi suatu, bertanya pada diri sendiri apakah yang harus dilakukan dan bagaimana menyampaikannya kepada orang lain. Percaya diri sangat bermanfaat dalam setiap keadaan. Percaya diri menyatakan seseorang bertanggung jawab atas perbuatannya. Percaya diri diwujudkan dengan menatap mata orang lain sewaktu berbicara, tidak melipat kedua tangan seperti kedinginan sewaktu berbicara kepada orang lain, tidak mengalihkan pandangan kepada hal lain sewaktu berbicara kepada orang lain dan cepat mendengar daripada berbicara. Sikap percaya diri dibentuk dengan belajar terus, tidak takut untuk berbuat salah dan menerapkan pengetahuan yang sudah dipelajari.
Arogan adalah sikap yang menunjukkan keangkuhan. Merasa diri dapat melakukan segala hal tanpa bantuan siapa-siapa. Dalam kamus kepribadian, sikap arogan termasuk dalam kategori sikap percaya diri yang berlebihan (over self-confidence). Arogan dapat terlihat dari sikap seseorang yang menonjolkan diri lebih daripada orang lain, belum diminta sudah menawarkan diri, tidak berperasaan, tidak peduli pendapat orang lain, kurang sabar, panik, melakukan tugas dengan amarah.
Minder adalah sikap yang menunjukkan keangkuhan juga. Selalu merasa diri bodoh, merasa diri tidak memiliki pendidikan yang cukup, merasa diri tidak mampu melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain, rikuh, merasa diri tidak berguna, merasa diri selalu salah dan iri hati. Orang minder disebabkan karena orang tersebut tidak mendidik diri sendiri dengan membaca buku-buku, membaca media, menyampaikan pemikiran kepada orang lain. Hanya menunggu supaya orang lain melakukan sesuatu kepada dirinya. Orang minder dikatakan sebagai orang angkuh karena selalu menyalahkan orang lain. Padahal masalah timbul selalu dari diri sendiri.
Sewaktu kita menjalankan ibadah, sikap minder diperlukan, untuk menyadari adanya Yang Maha Kuasa, maka kita sadar bahwa kita adalah manusia yang tidak luput dari kesalahan. Tetapi sikap minder TIDAK DIPERLUKAN dalam hubungan antar manusia. Karena pada dasarnya, setiap manusia selalu berbuat salah. Jika sikap minder dibawa dalam hubungan antar manusia, maka terjadilah konflik. Apalagi sangat berbahaya, jika sikap minder dibawa dalam urusan pekerjaan dan bisnis. Tidaklah mengherankan di Indonesia seringkali terjadi konflik karena setiap individu membawa sikap minder dalam hubungan antar manusia.

Sumber:
http://www.connecti.biz/library_articles.php?artikel_id=128&kategori_id=61