Pages

Kamis, 13 Oktober 2011

tgs. Perilaku Konsumen 1


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Prinsip dasar dari proses pemasaran adalah bagaimana kita dapat memahami keinginan dan kebutuhan ( needs & Wants ) dari konsumen. Suatu produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dari konsumen tentunya akan terjual di pasaran dengan syarat target pasar produk tersebut tentunya harus memiliki daya beli. Konsumen yang menjadi target harus di tentukan terlebih dahulu, untuk dapat memastikan konsumen sebagai pembeli actual yaitu kelompok masyarakat yang akan membeli produk atau jasa yang di hasilkan oleh suatu perusahaan dan memiliki daya beli, maka terlebih dahulu perusahaan harus mengadakan penelitian pasar. Perkembangan yang terjadi saat ini memberikan banyak pengaruh terhadap perubahan sikap dari pemasar maupun konsumen. Kemajuan tekhnologi di dukung oleh perkembangan budaya mengakibatkan tingkat konsumsi yang bertambah,  Tak diragukan lagi, konsumen tergolong aset paling berharga bagi semua bisnis. Tanpa dukungan mereka, suatau bisnis tidak bisa eksis. Sebaliknya jika bisnis kita sukses memberikan pelayanan terbaik, konsumen tidak hanya membantu bisnis kita tumbuh. Lebih dari itu, mereka biasanya akan membuat rekomendasi untuk teman dan relasinya.
Perumusan Masalah
Usaha untuk merebut segmen pasar yang lebih besar harus selalu di lakukan dan di perbaharui itu penting bagi perusahaan untuk mengenal konsumen.  Dalam melakukan keputusan pembelian konsumen akan sangat di pengaruhi oleh perilaku konsumen itu sendiri.

Landasan Teori
1.1  Pengertian perilaku konsumen
Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.
Konsep Dasar Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.
I.2 Pemikiran yang benar tentang konsumen
Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.
I.3 Penelitian konsumen sebagai bidang dinamis
Konsumen sebagai bidang dinamis yaitu karena konsumen adalah sebagai pembeli dan mereka akan secara cermat dalam melakukan pencarian informasi mengenai produk atau jasa yang akan mereka konsumsi, maka dari itu konsumen selalu mencari inovasi yang terbaru dari suatu produk dan jasa yang bisa memberi kepuasan konsumen. Oleh karenanya konsumen di katakana bidang yang dinamis karena konsumen selalu mengikuti seiring perkembangan zaman yang ada.
2.1  Segmentasi Pasar, Strategi Pemasaran
Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
2.2 Rencana Perubahan
Cepatnya laju perkembangan teknologi, ketatnya persaingan ditambah semakin kritisnya konsumen, menjadikan produk/jasa yang dulu dianggap unik, kini telah kehilangan daya beda, dan akhirnya terjadilah komoditasi produk/jasa tersebut. Berbagai upaya telah ditempuh untuk melakukan perubahan terhadap inovasi-inovasi terbaru dan strategi yang dinamis menyesuaikan seiring perkembangan zaman. Perencanaan pemasaran adalah proses perencanaan tahapan-tahapan aktivitas dalam pemasaran. Manfaat perencanaan pemasaran yaitu membantu dalam control manajemen dan implementasi strategi, menstimulasi pemikiran baru dan pemanfaatan optimal sumber daya.
2.3 Analisis konsumen dan kebijakan social
Analisis konsumen memberikan pengetahuan menyeluruh tentang perilaku manusia, konsumen harus memainkan peranan yang penting dalam pengembangan kebijakan public.
3.1 Model Proses Pengambilan Keputusan
Secara umum ada tiga cara/model analisis pengambilan keputusan konsumen, yakni:
  1. Economic Models,  pengambilan keputusan diambil berdasarkan alas an ekonomis dan bersifat lebih rasional.
  2. Psychological models, diambil lebih banyak akrena lasan psikoligs dan sejumlah faktos sosilogis seperti pengaruh keluarga dan budaya
  3. Consumer behaviour models. Model yang umumnya diambil kebanyakan konsumen, Dilandasi oleh faktos ekonimis rasional dan  psikologis.
Proses sederhana pengambilan keputusan melalui tiga tahap.
Input ( Pengaruh Eksternal)
↕
Process ( Pengambilan Keputusan Konsumen)
↕
Output ( Prilaku Setelah Keputusan )

3.2 Tipe Proses Pengambilan Keputusan
Tipologi pengambilan keputusan konsumen :
1. Keluasan pengambilan keputusan ( the extent of decision making)  
Menggambarkan proses yang berkesinambungan dari pengambilan keputusan menuju kebiasan. Keputusan dibuat berdasrkan proses kognitip dari penyelidikan informasi dan evaluasi pilihan merek. Disisi lain, sangat sedikit atau tidak ada keputusan yang mungkin terjadi bila konsumen dipuaskan dengan merek khusus dan pembelian secara menetap.
2. Dimensi atau proses yang tidak terputus dari keterlibatan kepentingan pembelian yang tinggi ke yang rendah.  
Keterlibatan kepentingan pembelian yang tinggi adalah penting bagi konsumen. Pembelian berhubungan secara erat dengan kepentingan dan image konsumen itu sendiri. Beberapa resiko yang dihadapi konsumen adalah resiko keuangan , sosial, psikologi. Dalam beberapa kasus, untuk mempertimbangkan pilihan produk secara hati-hati diperlukan waktu dan energi khusus dari konsumen. Keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah dimana tidak begitu penting bagi konsumen, resiko finansial, sosial, dan psikologi tidak begitu besar. Dalam hal ini mungkin tidak bernilai waktu bagi konsumen, usaha untuk pencarian informasi tentang merek dan untuk mempertimbangkan pilihan yang luas. Dengan demikian, keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah umumnya memerlukan proses keputusan yang terbatas “ a limited process of decision making”.
3.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi pemecahan masalah
Faktor-faktor yang mempengaruhi jangkauan pemecahan masalah :
1.Alternatif-alternatif dibedakan dengan cara yang relevan, misalnya pembelian rumah,
alternatif pemilihan adalah lingkungan rumah (bersih, tidak banjir, dekat kota atau
mudah transportasi), bahan baku, harga (cicilan rendah dan lama). 
2.Tersedia waktu yang memadai untuk pertimbangan yang mendalam untuk membeli produk.
3.Terdapat tingkat keterlibatan (relevansi pribadi) yang tinggi yang menyertai
pembelian.

3.4 Pembelian
sesudah menetukan kebutuhan dan mempunyai keinginan akan produk tertentu, konsumen diharapkan untuk memunculkan keputusan untuk membeli. Ada tujuh struktur keputusan membeli yang mempengaruhi konsumen.
1.      Keputusan tentang jenis produk
Konsumen dapat memutuskan untuk membelanjakan uangnya untuk membeli produk atau tujuan lain selain melakukan pembelian. Para pemasar harus memusatkan perhatian pada konsumen yang diharapkan memutuskan untuk untuk membeli produk X dari alternatif lain yang mereka pertimbangkan uangnya untuk membeli komputer atau keperluan lain (membeli kamera, pakaian, dan buku)
2.      keputusan tentang jenis produk
Konsumen memutuskan untuk membeli produk X dengan bentuk tertentu (ukuran, mutu, corak,dan sebagainya). Perusahaan harus menggunakan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen (untuk memaksimumkan daya tarik merk produk X, misalnya mahasiswa tersebut menentukan karakteristik dari komputer yang diinginkan yaitu laptop, Pentium 120, kemampuan memproses cepat, fasilitas lengkap (baterai, CD drive, mouse)
3.      keputusan tentang merek
Konsumen memutuskan merk yang akan diambil. Perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk. Misalnya berdasarkan informasi yang dihimpun, mahasiswa tersebut memilih untuk mendapatkan komputer merk acer.
4.      keputusan tentang penjualan
Konsumen memutuskan dimana akan membeli (toko serba ada, elektronik, toko khusus dan lain-lain, perusahaan ( termasuk pedagang besar, pengecer) Harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu. Misalnya mahasiswa tersebut mempunyai pilihan membeli di toko elektronik, toko khusus komputer atau agen tertentu. Disamping pertimbangan harga, ia mempertimbangkan pula layanan yang didapat baik pada waktu membeli layanan purna jual.
5.      Keputusan tentang jumlah produk
Konsumen memutuskan jumlah produk yang akan dibeli. Perusahaan harus mempertimbangkan banyaknya produk tersedia untuk konsumen sesuai keinginan konsumen yang berbeda-beda.
6.      keputusan tentang waktu pembelian
Konsumen memutuskan kapan harus membeli (kapan uang/kesempatan tersedia). Perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam penentuan waktu pembelian, yang juga mempengaruhi perusahaan dalam mengatur waktu produksi, pemesanan, periklanan dan sebagainya.
7.      Keputusan tentang cara pembayaran
Konsumen memutuskan mode pembelanjaan yang disukainya, perusahaan harus mengetahui hal ini yang akan mempengaruhi dalam penawaran pembayaran (discount untuk tunai, kemudahan kredit, bunga rendah, dan lain-lain).

3.5 Diagnosa Perilaku konsumen
Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.
Terdapat 3 pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen.
1.pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
2. pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi.Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
3. sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan perilaku konsumen.










BAB II
PEMBAHASAN
Contoh Kasus :
Analisis perilaku konsumen dalam pembelian suatu produk telepon seluler.
saat ini perkembangan telepon seluler telah bertambah pesat di mana telah banyak orang telah memerlukan produk ini, roduk ini menjadi produk yang sangat di perlukan menjadikan produk ini berkembang pesat di pasaran. Produk telepon seluler telah memasuki kehidupan masyarakat dan telah menjadi kebutuhan pokok. Bahkan telah menjangkau ke setiap lapisan masyarakat. Hal tersebut mendorong pengusaha yang bergerak di bidang telepon seluler untuk dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen akan produk telepon seluler tersebut. Perkembangan tekhnologi menjadikan banyaknya perusahaan yang memproduksi bahkan perusahaan elektronik yang dulunya tidak memproduksi telpon seluler kini sudah memproduksi telepon seluler. Banyaknya merek yang tersedia di pasar menjadikan persaingan yang ada sangat ketat di antara perusahaan-perusahaan yang memproduksi telepon seluler.
            Pembelian telepon seluler oleh konsumen di lakukan dengan terlebih dahulu melalui tahap-tahap dalam proses keputusan pembelian. Pada tahap pengenalan kebutuhan sebagian besar konsumen menyatakan bahwa mempermudah komunikasi merupakan motivasi atau alasan utama mereka dalam membeli telepon seluler. Manfaat utama yang di cari sebagian besar konsumen pada saat membeli telepon seluler adalah manfaat ( fungsional ) yaitu sebagai alat komunikasi mobile ( bergerak ) yang dapat di bawa kemana saja, setelah mengenali adanya kebutuhan akan telepon seluler, konsumen akan melakukan tahap pencarian informasi, sebagian besar konsumen menyatakan bahwa sumber informasi utamanya adalah teman dan banyak di pengaruhi media cetak dan aspek yang paling di cari dari informasi itu adalah mengenai focus perhatian pada fitur yang tersedia dalam produk telepon seluler tersebut. Pada tahap evaluasi alternative yang menjadi pertimbangan konsumen untuk melakukan pembelian adalah harga lalu mengidentifikasi telepon seluler yang berkualitas adalah dengan melihat fitur yang ada. Setelah melakukan tahap evaluasi alternative, konsumen akan melakukan proses pembelian. Dari tahap pembelian yang telah di lakukan oleh konsumen akhirnya sampai ke tahap evaluasi pascapembelian di mana konsumen akan mengevaluasi apakah hasil yang di peroleh dari pembelian tersebut memuaskan atau tidak. Dan perilaku konsumen tidak hanya berfokus pada atribut produk saja akan tetapi masih banyak  factor lainnya seperti segmen pasar yang di tuju, lokasi  atau factor budaya. Karena biasanya konsumen akan lebih memilih tempat pembelian yang menjual produknya dengan kualitas yang terjamin, adapun pembelian cara konsumen dalam memutuskan pembelian telepon seluler adalah terencana di mana mereka akan menyediakan waktu khusus untuk membeli telepon seluler tersebut.
Usaha untuk merebut segmen pasar harus selalu di lakukan dan di perbaharui. Untuk itu perusahaan penting untuk lebih mengenal konsumen dan berupaya memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk telepon seluler. Hal ini di lakukan demi kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri. Oleh karenanya pemasar yang baik harus dapat memperhatikan hal ini, sebab dalam proses pembelian konsumen mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam menentukan terjadinya suatu transaksi pembelian. Konsumen secara kuat di pengaruhi oleh faktor budaya, social, pribadi, psikologis, faktor-faktor tersebut harus di perhitungkan oleh pemasar dalam mendukung tujuan perusahaan yaitu menjual produknya kepada konsumen.



Identifikasi masalah
Permintaan produk telepon seluler semakin meningkat hal ini juga di dorong perkembangan tekhnologi dan semakin meningkatnya kebutuhan terhadap telepon seluler. Perkembangan bentuk, fasilitas, serta tekhnologi dari telepon seluler itu sendiri sudah semakin maju. Inovasi harus di lakukan oleh pemasar untuk memenuhi kebutuhan konsumen sehingga konsumen membeli produk yang ditawarkan, namun proses pembelian konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik produk saja tetapi banyak factor lain yang mempengaruhi sebelum konsumen membeli produk telepon yang sesuai.















BAB III

Kesimpulan
1.      Dari contoh kasus di atas kita bisa mengetahui Factor-faktor yang mempengaruhi proses pembelian oleh konsumen ternyata tidak hanya pada karakteristik produk saja tapi banyak factor lainnya yang perlu di pertimbangkan oleh pemasar.
2.      Dan pihak pemasar harus mampu mengidentifikasi factor-faktor tesebut, factor internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi proses keputusan pembelian.
3.      Perencanaan bauran pemasaran adalah di mulai dengan memformulasikan tawaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan pasar.
Saran
Dalam hal ini perusahaan di tuntut harus memproduksi produk yang berkualitas sehingga konsumen menjadi puas dan perusahaan juga harus mampu menciptakan produk produk yang unik atau berbeda dari produk sejenis lainnya ada inovasi-inovasi terbaru akan menarik minat konsumen terhadap produk yang kita tawarkan, dan tidak hanya mengenai produk saja karena semakin ketatnya persaingan antara produsen telepon seluler maka produsen harus menetapkan strategi-strategi pemasaran yang jitu agar dapat memenangkan persaingan  .
Sumber  :
http://jurnalskripsi.com/analisis-perilaku-konsumen-atas-pembelian-suatu-merek-telepon-seluler-pdf.htm
http://www.anneahira.com/artikel-umum/perilaku-konsumen.htm
http://consumerbehaviour.blogsome.com/2007/09/07/model-pengambilan-keputusan/
http://budimarsono.blogspot.com/2010/11/proses-pengambilan-keputusan-oleh.html
repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/.../H04rtn_abstract.pdf?sequenc



Nama              : Siti Arpah
Npm                : 14209879
Kelas               : 3EA11

Senin, 10 Oktober 2011

tgs. Metode Riset pertemuan 3

JURNAL ILMIAH
Judul               : Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bekasi dan Dampaknya terhadap pengangguran
Nama              : Siti Arpah
Tema               : Pengangguran

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
·         Fenomena
Mengingat laju pertumbuhan penduduk di Indonesia masih sangat tinggi tingkat pengangguranpun belum bisa terselesaikan dengan baik, Indonesia adalah Negara berkembang pembangunan ekonomipun belum sepenuhnya merata, semua itu masih banyak yang perlu di benahi.  Pertumbuhan penduduk setiap tahunnya terus menunjukkan peningkatan. Seiring tingginya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia berdampak terhadap masalah-masalah pengangguran, kemiskinan, migrasi, dan sektor-sektor kependudukan lainya terutama faktor tenaga kerja, sehingga banyak sekali terjadi pengangguran. pemerintah harus perupaya keras dalam menggalakkan program KB ( keluarga berencana ) ataupun pemerataan penduduk untuk menekan laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya dengan mengurangi angka kelahiran, karena seiring lonjakan penduduk yang begitu tinggi itu akan menyebabkan ledakan penduduk di Indonesia di masa yang akan datang dan itu semua akan sangat berefek bagi pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Jika penurunan laju pertumbuhan bisa tercapai setiap tahunnya berarti pemerintah bisa menghemat triliunan rupiah untuk biaya pendidikan dan biaya kesehatan, selain itu target untuk meningkatkan pendiddikan, kesehatan penurunan angka kemiskinan dan peningkatan pendapatan menjadi lebih mudah direalisasikan. Sebalikknya jika lonjakan penduduk belum bisa di kendalikan pemerintah akan kualahan dalam mensejahterakan rakyatnya program-program yang sudah di rencanakanpun akan lebih sulit untuk di realisasikan. Dampak itu semua akan sangat terlihat pada masalah social dan juga tingkat pengangguran saat ini, yang ada akan terjadi over demand tenaga kerja terhadap lapangan pekerjaan yang tersedia, lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja pertahunnya. Dan objek yang akan saya tuju dalam penulisan ini adalah kota Bekasi. Secara administratif Kabupaten Bekasi termasuk salah satu Kabupaten di Propinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Mempunyai luas 127.388 Ha, yang terbagi menjadi 23 kecamatan dan 187 desa dengan batas-batas wilayah, sebelah barat berbatasan dengan Kota Bekasi dan DKI Jakarta, sebelah timur dengan Kabupaten Karawang, sebelah utara dengan laut Jawa, sebelah selatan dengan Kabupaten Bogor. Letak geografis Kabupaten Bekasi berada di bagian utara Jawa Barat, terletak 1060 48’ 28” BT 1070 27’ 29” dan 6 0 10’ 6“ LS. Kabupaten Bekasi sebagai penyangga Ibukota Negara mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga memerlukan peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana yang ada, maka bermunculanlah kawasan-kawasan industri sehingga Kabupaten Bekasi dapat dikatakan sebagai salah satu sentra industri terbesar yang ada di wilayah Jawa Barat bahkan se-Asia Tenggara.  Jumlah penduduk Kabupaten Bekasi pada tahun 2004 mencapai 1.950.209 jiwa. Bila dilihat dari rasio penduduk berdasarkan kelamin adalah 1,04 banding 1,00, dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 996.150 jiwa dan perempuan 954.054 jiwa. Adapun laju pertumbuhan penduduk hasil perhitungan sensus tahun 2000 sebesar 4,23 % terdiri dari migrasi 2,33 % dan alamiah 1,90 %. Pada tahun 2005 jumlah penduduk Kabupaten Bekasi bertambah menjadi 2.027.902 jiwa atau mengalami pertumbuhan sebesar 3,98 % dari tahun sebelumnya.
·         Penelitian sebelumnya
pada penelitian terdahulu menurut Minggus Amannudin di thn 2007 memaparkan bahwa pertambahan angkatan kerja ( labor force ) setiap tahunnya berkisar 2,5 juta orang, yang mampu diserap oleh pasar tenaga kerja (labor market) hanya berkisar 1,5 juta jiwa. Daya serap pasar kerja yang kecil ini disebabkan karena pertumbuhan ekonomi (economic growth) hanya berkisar 4 persen. Untuk menyerap pertambahan angkatan- kerja sebanyak 2,5 juta setiap tahun dibutuhkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 atau 7 persen. Apabila pertumbuhan ekonomi menurun ditandai dengan menurunnya daya beli masyarakat.
·         Motivasi Penelitian
Melihat fenomena yang terjadi saat ini banyak sekali pengngguran yang kita jumpai di sekitar kita tidak hanya pengangguran tidak terdidik bahkan banyak orang yang berpendidikan tinggipun banyak yang menganggur di karenakan laju pertumbuhan penduduk yang setiap tahunnya meningkat dan kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia, dengan adanya penelitian ini mungkin kita bisa lebih mengetahui sebab akibatnya dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah pengangguran.
Masalah
Negara berkembang memiliki pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada pertumbuhan kesempatan kerja, masalah yang timbul akibat ledakan penduduk antara lain persaingan lapangan pekerjaan, Di negara yang memiliki pertumbuhan penduduk tinggi akan semakin banyak orang yang memperebutan lapangan pekerjaan. Diperkirakan harus diciptakan 30 juta lapangan pekerjaan baru setiap tahunnya jika setiap orang yang menginjak usia kerja harus memiliki pekerjaan dan Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Begitupun di Kab. Bekasi sebagai kabupaten penyangga ibu kota Negara meski telah di nobatkan sebagai kota sentra industry tetap saja masalah pengangguran masih menjadi masalah yang belum bisa di atasi sepenuhnya oleh pemerintah daerah karena tidak ada keseimbangan dalam pemerataan penduduk dengan perkembangan Kab. Bekasi  yang di tandai bermunculan sentra industry itu mengakibatkan banyak pendatang yang  melakukan Urbanisasi yaitu perpindahan dari desa ke kota mereka pada umumnya ingin mendapatkan pekerjaan yang layak dan juga tingginya tingkat kelahiran merupakan penyumbang utama pertumbuhan kota yang cepat. Bermekarannya kota-kota di NSB
membawa masalah-masalah baru dalam menata maupun mempertahankan
tingkat kesejahteraan warga kota.
hal tersebut mengakibatkan kepadatan penduduk di kota bekasi dan berdampak pada ketidakseimbangan lapangan pekerjaan dan jumlah angkatan kerja  Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah- masalah sosial lainnya. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2008 mencapai 111,48 juta orang, bertambah 1,54 juta orang dibanding jumlah angkatan kerja Agustus 2007 sebesar 109,94 juta orang atau bertambah 3,35 juta orang dibanding Februari 2007 sebesar 108,13 juta orang dari hasil data tersebut bisa terlihat bahwa tingkat pengangguran yang ada setiap tahunnya terus menunjukkan peningkatan.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi permasalahan pengangguran :
a.       Faktor Kemiskinan
Banyaknya jumlah pengangguran itu dari kalangan masyarakat miskin. Karena untuk mendapatkan pekerjaan itu membutuhkan biaya yang sangat besar.
b.      Faktor rendahnya Pendidikan
Saat ini sekitar 44,63 persen tenaga kerja Indonesia adalah mereka yang berpendidikan rendah, yaitu SD dan SMP. Dampak dari rendahnya pendidikan ini adalah rendahnya keterampilan yang mereka miliki. Belum lagi sistem pendidikan Indonesia yang tidak fokus pada persoalan praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan dan dunia kerja. Pada akhirnya mereka menjadi pengangguran intelek.
c.       Ketidak seimbangan antara deman ( permintaan ) dan supply ( penawaran ) terhadap tenaga kerja
d.      Kualitas Sumber Daya Manusia yang di hasilkan masih rendah.
Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis pengaruh variabel Tingkat Pertumbuhan penduduk terhadap Pengagguran di Kab. Bekasi.
Mengetahui sebab akibat dari masalah tingkat pengangguran seiring dengan laju pertumbuhan penduduk.

Nama                    : Siti Arpah
Npm                     : 14209879
Kelas                    : 3EA11

Sumber :
duniabaca.com/faktor-penyebab-pengangguran.html
http://anneahira.com/masalah-pengangguran.htm


 tgs. Metode Riset Pak Prihantoro







Senin, 03 Oktober 2011

Tgs. Metode Riset ke II

Analisis Jurnal 1
·         Judul                                             :Pemasaran Jasa Perpustakaan Dan Informasi pada Perpustakaan  Perguruan Tinggi

Nama Pengarang                              : Elisa Ekaningsih

Tahun                                                : 2006

·         Tema                                                 : Pemasaran

·         Latar Belakang Masalah                :
Fenomena
Kebanyakan dari para mahasiswa  adalah mereka malas meluangkan waktunya untuk berkunjung ke perpustakaan. Yang ada di pikiran mereka hanyalah gambaran bahwa perpustakaan adalah tempat yang membosankan, seiring perkembangan tekhnologi yang semakin canggih mereka lebih memilih mengakses berbagai informasi dari internet yang bisa di akses kapanpun dan di manapun. Padahal Perpustakaan adalah pusat dokumentasi dan informasi. banyak ilmu yang terdapat di sana yang di hasilkan oleh para ilmuwan, karena begitu banyaknya macam-macam informasi di sana menyebabkan para pencari informasi kesulitan dalam menemukan informasi sesuai kebutuhannya. Para pemakai menuntut layanan informasi yang siap pakai, cepat dan tepat. Dan kebutuhan tersebut harus bisa di penuhi oleh pengelola perpustakaan yang ikut andil dalam memajukan perpustakaan harus ada inovasi terbaru di buat semudah dan semenarik mungkin agar si pemakai jasa dan layanan perpustakaan tersebut bisa terpuaskan. Pemasaran jasa perpustakaan adalah jasa untuk mendekatkan dan mempromosikan jasa yang di selenggarakan perpustakaan.

Motivasi Penelitian
Mempromosikan jasa yang di selenggarakan perpustakaan, agar para mahasiswa dengan senang dapat meluangkan waktunya untuk berkunjung ke perpustakaan dan bias memajukan budaya membaca.

·         Masalah
Perpustakaan menerima anggaran dari lembaga induknya yang sebagian besar adalah dari biaya pendidikan, selama perpustakaan tidak menyimpang dari kebijaksanaan yang telah di tetapkan oleh lembaga induknya orientasi pemasaran menuntut perpustakaan untuk selalu menyediakan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pemasaran sangat tergantung pada perancangan penawaran yang di tetapkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar yang menjadi target.

·         Tujuan Penelitian
Tujuan dan sasaran harus berorientasi pada pengguna agar kita dapat memahami kebutuhan pengguna jasa layanan perpustakaan, dan secara selektif member tahu kepada para pengguna jasa mengenai manfaat dari jasa yang di tawarkan.

·         Metodologi Penelitian
Tahapan-tahapan            :

1.       Penelitian pemasaran & pengumpulan informasi, analisis pengguna.
2.       Penyesuaian dengan kebijakan lembaga induk dan pasar.
3.       Merencanakan, mengembangkan dan mengatur sumber daya dan jasa.
4.       Komunikasi dan promosi.
5.       Menumbuhkan hubungan professional  dan jaringan-jaringan pendukung.
Metodologi yang di gunakan melalui, Penelitian perilaku konsumen, survey, observasi dan percobaan.
·         Hasil & Analisis
Perkembangan teknologi telekomunikasi memberi tantangan baru bagi pustakawan dalam hal pengiriman informasi secara efisien. Dalam hubungan unsure distribusi ini, perpustakaan perguruan tinggi misalnya juga harus memutuskan apakah cukup sengan satu perpustakaan pusat atau mengembangkan perpustakaan khusus subyek yang dekat dengan fakultas keputusan tersebut tergantung dari segi sumberdaya yaitu dana dan staff.


Analisis Jurnal 2
·         Judul                                             : Dinamika Pola Pemasaran Gabah dan Beras di Indonesia
Nama Pengarang                         : Sudi Mardianto, Yana Supriatna, Nur khoiriyah.
Tahun                                            : 2009
·         Tema                                             : Pemasaran
·         Latar Belakang                             :

Fenomena
Pendapatan petani saat ini tidak sebanding dengan jerih payahnya serta resiko kegagalan panen yang di hadapi, pendapatan petani masih bergantung pada factor yang mempengaruhi produktivitas lahan selain itu juga sumber rendahnya harga jual gabah karena panjangnya mata rantai pemasaran, tingkatan perdagangan gabah terdiri dari pedagang tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten dan tingkat pedagang besar yang akan memproses gabah menjadi beras dan menyalurkannya kepada konsumen.  Sehingga terjadi rendahnya harga jual dari para petani.

Penelitian sebelumnya
Pada era orde baru stabilitas harga beras merupakan salah satu kebijakan yang utama. Terjadi ketidakstabilan harga gabah dan beras terlihat dari dua sisi yang berbeda yang pertama itu di karenakan ketidakstabilan antar musin yaitu musim panen dan musim paceklik dan yang kedua di karenakan ketidakstabilan antar tahun karena pengaruh iklim seperti kekeringan atau kebanjiran.

Motivasi penelitian
Membantu petani untuk mendapatkan pendapatan yang lebih layak sebanding dengan jerih payahnya dan dan sejauh mana kebijakan pemerintah dalam menangani hal tersebut.

·         Masalah
Pemasaran yang menimbulkan biaya yang tinggi akan berdampak mengurangi surplus produsen dan juga membebani konsumen, pola pemasaran hasil pertanian selalu mengalami perubahan dan perkembangan seiring dengan tingkat perkembangan pada struktur produksi dan konsumsi. Faktor yang mempengaruhi system pemasaran yang lebih kompleks adalah meningkatnya komersialisasi produk, adopsi ilmu dan tekhnologi, pemisahan secara geografis produksi dan konsumsi, meningkatnya jumlah penduduk dan urbanisasi, perubahan kebiasaan makan dan daya beli, dan peran pemerintah.

·         Tujuan Penelitian
Mengetahui pola dan system pemasaran gabah & beras dan factor-faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat pendapatan petani yang tidak seimbang dengan jerih payah yang mereka rasakan.

·         Metodologi Penelitian
Penelitian di lakukan melalui survey dan observasi pola pemasaran gabah & beras di begbagai wilayah di Indonesia

·         Hasil & Analisis
System pemasaran pangan yang terjadi saat ini telah mengalami pergeseran hal itu mencerminkan bahwa ada suatu perubahan yang perlu di respon agar terciptanya pasar yang efisien. Maka peran pemerintah adalah dalam fungsi Pembinaan di samping fungsi pengaturan yang melekat. Dalam fungsi pembinaan pemerintah antara lain dapat di lakukan dalam bidang pengembangan penelitian dan orientasi lapngan dalam hal penyimpanan, pelatihan-pelatihan, pemasaran, tekhnologi penyimpanan, pemrosesan dll. Usaha mensejahterakan petani yang di lakukan melalui kebijakan harga tidak akan secara efektif di rasakan apabila terjadinya keterpisahan antara petani dengan pasar kebijakan tersebut akan lebih banyak di nikmati oleh para pelaku tata niaga dan untuk menghindari itu semua sebaiknya di lakukan melalui mekanisme kebijakan yang dapat langsung di nikmati petani.

·         Rekomendasi & Implikasi
Kalau dulu tradisional yang mencirikan preferensi konsumen hanyalah jenis, stabilitas harga , nilai komoditas namun pada saat ini telah terjadi perkembangan preferensi konsumen. Konsumen menuntut tambahan atribut produk yang lebih terperinci seperti kualitas, kandungan nutrisi dan sebagainya. Perubahan preferensi konsumen kea rah atribut yang lebih rinci menimbulkan dua implikasi penting terhadap pola pemasaran beras saat ini juga telah tersegmentasi antara beras untuk konsumen yang berpendapatan rendah dan konsumen berpendapatan menengah ke atas. Umumnya akan membeli pada tempat-tempat khusus memasarkan beras dengan atribut tertentu.

Analisis Jurnal 3
·         Judul                                 : Sosial Marketing
Nama Pengarang             : Hermawan, Efendi ghazali
Tahun                               : 2006
·         Tema                                 : Pemasaran
·         Latar Belakang                :

Fenomena
social marketing pada dasarnya merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk “menjual” gagasan dalam rangka mengubah sebuah masyarakat, terutama dalam manajemen yang mencakup analisa, perencanaan, implementasi dan pengawasan.
Sebagai seni menjual diri atau organisasi, social marketing saat ini sangat di perlukan untuk memperlancar jalannya suatu perusahaan. Elemen yang dalam marketing yang di kenal adalah segmentasi pasar, pasar, positioning, diferensiasi, marketing mix, selling, brand, service, dan proses.

·         Masalah
Dunia bisnis masa kini dan akan dating tidak lagi bersebrangan dengan organisasi nirlaba. Karena adanya pergeseran nilai, dunia bisnis memandang penting nilai-nilai social. Pentingnya organisasi nirlaba mengadopsi professional korporasi dan memberikan service berkaitan dengan kaidah pemasaran.

·         Tujuan Penelitian
Mengarahkan hubungan social masyarakat kepada pemasaran social yang sesungguhnya guna mencapai keberhasilan.

·         Metodologi Penelitian
Tahapan-tahapan :
1.       Terapkan SWOT pada analisa kondisi awal
2.       Pilih kelompok sasaran yang perilakunya hendak di ubah
3.       Tetapkan perubahan prilaku yang di inginkan
4.       Identifikasi manfaat dan hambatan
5.       Terapkan strategi social marketing yang beraneka ragam
6.       Social marketing harus di usahakan secara gigih dalam waktu lama

·         Hasil dan Analisis
Social adalah semua bentuk organisasi social yang membantu masyarakat membentuk aksi dan interaksi yang meliputi hubungan social. Dengan mengkaji komprehensif situasi dan isu social. Jadi, organisasi nirlaba dapat sekaligus mengetahui cara melakukan tindakan social dalam rangka menerapkan strategi social marketing.

 Nama    : Siti Arpah
 Npm      : 14209879
  kelas     : 3EA11

Sumber   : http://makalahjurnalskripsi.com

tgs. Metode Riset : Pak Prihantoro